Kebiasaan Rasulullah S.A.W di Bulan Suci Ramadhan


Selama berpuasa di bulan Ramadhan, ada baiknya mengikuti kebiasaan yang pernah dilakukan Rasulullah SAW. Agar ibadah puasa kita menjadi lebih baik. Ramadhan adalah bulan yang sangat agung, karena itu kita harus menghiasinya dengan amalan-amalan sholeh. Langkah yang bisa kita lakukan adalah dengan menteladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW dalam mengisi hari-hari di bulan Ramadhan.

Beberapa kebiasaan Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah :
1. Memperbanyak sedekah.
2. Memperbanyak membaca Al Qur`an.
3. Mengakhirkan waktu sahur.
Sahur adalah sunnah, baik itu dalam puasa sunnah ataupun wajib. Sunnah dalam sahur adalah
mengakhiri waktunya.
4. Memperbanyak sholat malam.
Melakukan sholat malam ( sholat tahajjud / sholat tarawih ).
5. i`tikaf
I`tikaf bermakna diam, tinggal atau mengurung diri di suatu tempat tertentu. Secara syariat, i`tikaf
adalah diam dan tinggalnya seorang muslim dalam keadaan suci di mesjid. Tujuannya beribadah
dengan disertai niat.
6. Menghidupkan sepuluh malam terakhir.
Menghidupkan sepuluh malam terakhir adalah beribadah, baik itu dengan sholat malam, membaca
Al` Qur`an ataupun dengan berzikir dan berdoa. Dikhususkan waktu sepuluh hari terakhir karena
hari-hari itu telah mendekati berakhirnya bulan Ramadhan, bulan yang mulia dan penuh berkah.
Nabi Muhammad SAW ingin mengalhiri bulan Ramadhan dengan beribadah sungguh-sungguh
sebelum bulan itu berlalu. Selain itu [ada sepuluh hari terakhir ini adalah waktu yang bertepatan
dengan turunnya Lailatul Qadar ( malam kemulian ).
7. Bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar .
Lailatul Qadar artinya malam kemulian, yaitu malam diturunkannya Al Qur`an. Malam ini lebih baik
dari seribu bulan atau delapan puluh tiga tahun beberapa bulan.

About these ads
By agus deso Posted in Religi

3 comments on “Kebiasaan Rasulullah S.A.W di Bulan Suci Ramadhan

  1. Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan
    menjadi sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, Allah
    berfirman, ?Kecuali, puasa. Puasa itu untuk dan Akulah yang akan
    membalasnya. Ia tinggalkan nafsu syahwat dan makannya semata-mata
    karena Aku.? Orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan, ketika
    berbuka dan ketika berjumpa Rabbnya. Bau mulut orang yang berpuasa
    disisi Allah lebih wangi daripada bau parfum misik.? (HR. Muslim)

  2. Tulisan kamu bagus dan tujuannya baik, tapi ada yang kamu lupakan. Apa itu ?
    Kalau kamu bicara agama dan kamu publikasikan, jangan lupa sertakan dalilnya baik dari Al-Qur’an ataupun Hadits supaya kamu tidak dibilang ngarang dan mande-mande.
    Satu lagi : mengutip tulisan kamu “Selama berpuasa di bulan Ramadhan, ada baiknya mengikuti kebiasaan yang pernah dilakukan Rasulullah”, saya pikir kata “ada baiknya” kurang tepat untuk diutarakan karena sebagai seorang muslim “sudah seharusnya” kita mencontoh Rosululloh bukan “ada baiknya”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s