Garuda di Dadaku


Sebuah film bertema olahraga buatan lokal akhirnya tayang di bioskop. Mengangkat tema sepakbola, “Garuda di Dadaku” diharap jadi inspirasi buat anak bangsa mewujudkan mimpi (menjadi pesepakbola).

Belum lama ini pencinta film tanah air memang baru disodori film berbau sepakbola berjudul Romeo and Juliet. Tapi berbeda dengan Garuda di Dadaku yang temanya berpusat pada sepakbola, Romeo and Juliet lebih menyoroti kehidupan kelompok fans di Indonesia, yang dalam hal ini adalah The Jak Mania dan Viking Bandung.

‘Garuda di Dadaku’ merupakan film bertema sepakbola yang ditujukan untuk anak-anak. Film garapan Ifa Isfansyah ini pun tak hanya menghibur, namun mampu memberikan inspirasi kepada anak bangsa untuk bisa mewujudkan mimpinya.

‘Garuda di Dadaku’ menampilkan perjalanan Bayu (Emir Mahira), seorang bocah yang mengejar impian menjadi pemain sepakbola nasional yang terhalang oleh berbagai rintangan. Namun rintangan itu tak membuat Bayu patah semangat. Bocah itu tetap berjuang untuk bisa memakai seragam timnas Indonesia

Untuk mewujudkan mimpinya itu, Bayu tidak sendirian. Ia pun mendapatkan dukungan Heri (Aldo Tansiani), temannya. Heri selalu memberi dukungan keuangan supaya Bayu bisa masuk ke Sekolah Sepak Bola Arsenal. Sayang, Bayu tidak pernah mendapat dukungan dari sang kakek, Usman (Ikranagara).

Bayu harus melewati seleksi untuk bisa masuk di sekolah itu. Secara sembunyi-sembunyi Bayu berlatih di kuburan. Nah, berhasilkah Bayu memakai kostum merah-putih? Jawabannya hanya ada di ‘Garuda di Dadaku’.

‘Garuda di Dadaku’ bisa disebut sebagai film kedua setelah ‘Laskar Pelangi’ yang sanggup memberikan inspirasi belakangan ini. Semangat untuk bisa membela Indonesia di kancah sepakbola internasional yang ditampilkan Bayu mampu memberi contoh bagi anak untuk terus berusaha mewujudkan mimpinya.

Akting aktor cilik pendatang baru Emir yang memang memiliki kemampuan memainkan si kulit bundar membuat ‘Garuda di Dadaku’ menjadi lebih nyata. Ditambah dukungan dari aktor-aktris kelas wahid seperti Ikranagara dan Maudy Koesnadi yang membuat kualitas film ini patut mendapat acungan dua jempol.

‘Garuda di Dadaku’ merupakan pilihan yang tepat untuk mengisi liburan. Film garapan SBO Films dan Mizan Production tersebut mulai diputar di bioskop mulai Kamis (18/6/2009) ini. (Sumber: detiksport.com)

Maaf penulis soalnya belum nonton…he.he.he…

nih ada trailernya dikit

Advertisements

3 comments on “Garuda di Dadaku

    • ha.h.a.ha…bagusnya rental ajah…klo beli VCD paling itu hasil bajakan…boleh membajak sih, tapi jangan film indo ya…he..he.h.e…(cintailah produk dalam negeri)..h.aha..

  1. kurang seru nih pilm, gak bisa bikin Q menangis2 darah…he..he..he…cenderung film anak2…tapi mantab utk jiwa kebangsaan dech

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s