Sehat Ala Rasulullah S.A.W


selama hidupnya, Rasulullah hanya 2 kali sakit yaitu saat rasulullah terkena guna-guna oleh dukun pada masanya dan saat menjelang meninggalnya beliau. jadi, apa kiat rasulullah untuk tetap bugar yah??

Pertama, Bangun pagi sebelum fajar

Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW yang bisa kita ikuti dikala membaca sejarah beliau, bahwa beliau selalu bangun pagi sebelum fajar terbit. Setelah melaksanakan kewajiban shalat shubuh berjamaah, beliau lalu melatih diri dengan gerakan-gerakan olah tubuh sambil menghirup udara segar, sambil mengatur pernafasan untuk membersihkan paru-paru. Dampaknya, beliau tidak pernah mengidap penyakit lemah jantung, paru-paru, TBC (tuberculosa) dan lain-lain. Early to bed an early to rise, makes a mind healthy and wise (cepat tidur dan cepat bangun membuat jiwa sehat dan bijak). Demikian peribahasa yang populerdi barat. Para sarjana kesehatan pun menarik kesimpulan dari serangkaian penelitian ilmiahnya, bahwa salah satu resep untuk mencapai umur panjang adalah harus bangun pagi. Jadi apa yang ditemukan oleh para pakar abad modern ini, sebenarnya teah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW pada empat belas abad yang lalu.

Kedua, Menjaga kebersihan

Rahasia kesehatan Rasulullah SAW yang dapat kita ‘terjemahkan’ dari kebiasaan-kebiasaan beliau selain konsep tidur maupun bangun pagi di atas, yaitu bahwa beliau selalu menjaga kebersihan pakaian, makanan, minuman dan tempat ibadah atau lebih tepatnya kebersihan lahiriah – apalagi kebersihan batiniah. Faktor kebersihan, merupakan syarat mutlak untuk menentukan seorang hidup aman, tenang dan tenteram sepanjang masa. Dari segi kesehatan pun telah difatwakanbahwa kebersihan merupakan syarat utama untuk mencegah bermacam-macam penyakit. Karena begitu penting faktor kebersihan ini, maka tak heran bila agama menandaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari iman.

Ketiga, Mengatur tata cara makan dan minum

Kebiasaan Rasulullah yang lain, yang nampaknya perlu kita cermati untuk menguak rahasia kesehatan beliau, adalah tentang cara makan dan minum yang beliau lakukan. Kebiasaan Rasulullah sebelum makan yaitu membasuh kedua tangan (bahkan konon dalam beberapa riwayat dapat kita temukan bahwa beliau berwudhu sebelum makan). “Barangsiapa yang ingin diperbanyak dirumahnya oleh Allah, maka hendaklah dia berwudhu ketika makanan sudah dihilangkan dan pada saat diangkat.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi). Rasulullah SAW juga bersabda “ Barakahnya makanan adalah berwudhu’ baik sebelum maupun sesudahnya.”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Selain itu, “Siapa yang tidur (bermalam) sementara di tangannya terdapat bau lemak daging yang tidak dicuci, kemudian dia ditimpa sesuatu (seperti penyakit kulit dan lain-lain)”, sabda Nabi,”Maka jangan menyalahkan (siapa-siapa) kecuali kepada dirinya sendiri.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi). Beliau selalu makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang.

Keempat, Tidak pernah emosional

Rasulullah SAW, tidak pernah mempunyai sifat emosional, yang menimbulkan ghadhab (marah) atau benci, hasad dan lain-lainya. Tatkala beliau dilempar kotoran atau batu, beliau bahkan sebaliknya mendo’akan agar orang tersebut diberi petunjuk untuk menuju kepada jalan yang benar. Kejadian seperti inilah, telah berulang kali beliau alami. Salah satunya sebagaimana yang terjadi saat beliau menyebarkan Islam ke luar kota Makkah. Inilah merupakan salah satu bukti bagaimana pribadi Rasulullah SAW yang berhati ‘besar’, pemurah, pemaaf dan mampu mengendalikan rasa amarah. Padahal menurut para ahli, sifat-sifat negatif, seperti marah misalnya, dapat membawa pengaruh buruk bagi kesehatan.

Kelima, Tidak pernah cemas dan berputus asa

Sisi lain yang dapat kita cermati dalam menguak rahasia kesehatan Rasulullah SAW ini, ialah beliau jarang sekali cemas dan berputus asa. Bahkan beliau selalu bermuka manis dan optimis dalam menjalani liku-liku pergolakan hidup. Beliau selalu yakin bahwa kunci dalam menjalani dunia hanya dua syarat, yakni memperbaiki hubungan kepada sang pencipta (habluminallah) dan memperbaiki hubungan sesama makhluk, utamanya manusia (habluminannas). Beliau merupakan sosok paling tegar, pantang mundur, dan tak bergeming tatkala situasi sengit (seperti dalam pertempuran) mengancam. Sahabat Ali bin Abi Thalib, bahkan pernah berkata, “Jika kami dikepung ketakutan dan bahaya, kami berlindung kepada Rasulullah SAW. Tak seorang pun yang lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau.”

Keenam, memperbanyak jalan kaki.

Rasulullah selalu berjalan kaki selama jarak yang ditembuh hanya di sekitar madinah saja, ini membuat beliau tetap sehat.

Advertisements
By agus deso Posted in Religi

One comment on “Sehat Ala Rasulullah S.A.W

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s