Spirit untuk Tanjung Priok (Mbah Priok)


Setelah sekian lama saya tidak menulis di blog ini, kemudian saya tertarik untuk mengangkat kisah-kisah kehidupan di sekitar kita, terutama buat orang-orang yang tertindas.

Tulisan kali ini yaitu tentang peristiwa Tanjung Priok (Mbah Priok). Sebelum saya menulis tulisan ini saya membaca betapa pilunya berita berikut ini

Anggota Satpol PP, Ahmad Tajudin tewas dalam bentrokan di depan makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, Rabu 14 April 2010.Kawan korban, Ahmad Alhapsi (27) menceritakan, sebenarnya Ahmad Tajudin tak ikhlas diberi tugas menggusur lahan makam keramat itu.

“Sebelum kejadian korban SMS meminta maaf kepada teman-temannya bahwa dia akan menggusur bangunan keramat di Tanjung Priok.”

“Dalam hati sebenarnya dia tidak mau tapi demi profesional kerja akhirnya dilakukan,” kata Ahmad Alhapsi, Kamis 15 April 2010 dini hari.

Apalagi, tambah dia, korban punya ikatan dengan makam Mbah Priok. “Dia sering berziarah dan berkunjung ke makam itu,’ kata Ahmad Alhapsi.

Ahmad Tajudin sempat berkuliah di STIE Kasih Bangsa sampai semester 9, lalu  pindah ke Kampus Bakti Pembangunan.

Korban rencananya akan dimakamkan di pemakaman dekat masjid As Syuro, Kebon Jeruk pukul 12.00 siang Kamis 15 April 2010.

Korban hobi main bola. Dia juga sering mengikuti pengajian. Dia sering ikut majelis talim dan beribadah malam.

Kepastian tewasnya Ahmad Tajudin disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto saat berkunjung ke RS Koja, pukul 23.00 WIB, Rabu 14 April 2010. Saat itu, baru satu aparat yang dipastikan tewas.

“Sementara  yang kita terima baru satu yang meninggal, Ahmad Tadjudin. Sudah dibawa ke RSCM,” kata Priyanto yang datang bersama Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Mendagri Gamawan Fauzi.

Sumber : vivanews.com

sangat memilukan sekali ya, sepertinya para pejabat yang duduk si kursi empuk itu hanya bisa mengadu domba masyarakat tanjung priok dengan aparat keamanan, sementara mereka hanya duduk di kursi empuknya saja.

Miris sekali ya kepemimpinan di Indonesia ni. Jika memang tidak bisa memimpin lebih baik mundur, jangan membuat orang lain susah dong.

Peristiwa Mbah Priok ini terjadi saat para aparat keamanan (Satpol PP dan Kepolisian) akan menggusur lahan tempat pemakaman Mbah Priok, yang menurut warga sekitar makam itu adalah makam yang sakral.

Sebenarnya menurut hukum penggusuran itu dapat dibenarkan, namun apakah dengan cara seperti ini (paksa)?? apakah para pejabat tidak pernah diajarakan untuk bermusyawarah, mungkin waktu sekolah nilai PPKNnya rendah semua tuh. memalukan sekali ya.

Sekali-sekali para pejabat tuh baca atau nonton film confucius biar bisa belajar dari sana, dimana seorang yang berpendidikan yang memimpin negara adalah sangat bagus sekali, namun orang yang berpendidikan bagaimana dulu?? ya, orang yang berpendidikan dan yang memiliki akhlak yang sangat baik..

Tetap semangat Rakyat Indonesia semuanya. Jika wakil rakyat tidak bisa memimpin, serahkan semuanya pada masyarakat.

Pesan buat Pak Presiden, “klo tanah di jakarta udah terlalu sempit, jangan dipaksakan membangun lagi di sana Pak, tanah Indonesia masih sangat luas kok. Saya yakin Bapak basti bisa mengaturnya”.

Advertisements
By agus deso Posted in Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s