Kebebasan Berekspresi (di) Internet


1. Pentingnya Informasi

Informasi adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap detik semua orang pasti mendapatkan informasi baik itu dari media manusia (gosip), media cetak (koran, majalah dll) atau media elektronik (TV, Internet, radio dll). Kita dapat melihat betapa pentingnya informasi ini dengan melihat banyaknya perusahaan-perusahaan penyiaran seperti stasiun TV, Koran dan Internet yang menjadi orang-orang kaya, padahal hanya menjual informasi melalui media-media yang ada. Namun untuk melakukan penyampaian informasi yang menjual maka diperlukan penyeleksian dan pengolahan informasi sehingga informasi itu menjadi data yang sangat bernilai di mata para audience.

Ada yang bilang Information is the most dangerous weapon of all! Informasi memang dapat diyakini sebagai senjata paling berbahaya yang pernah ada di sepanjang peradaban umat manusia. Informasi senjata pemusnah massal yang dibesar-besarkan oleh Amerika, mengakibatkan penyerangan besar-besaran ke Irak, informasi terorisme di Afganistan membuat Amerika memporak-porandakan negara tersebut, informasi isu Tsunami di Kota Padang membuat suasana jalan-jalan Kota Padang menjadi macet total karena pada ingin menyelamatkan diri. Bahkan di dunia industri informasi adalah salah satu hal yang sangat fital untuk meramalkan jumlah produk yang akan diproduksi supaya tidak terjadi penumpukan produk jadi di gudang, karena penumpukan produk merupakan salah satu pemborosan. Baru-baru ini terjadi hukuman pancung yang dialami oleh salah satu TKW kita di Arab saudi, parahnya keluarga TKW tersebut tidak mendapatkan informasi yang baik dan jelas dari pemerintah, sehingga sampai sekarang pemerintah mendapat caci dan makian dari rakyat Indonesia karena dianggap tidak serius menangani TKI. Sebenarnya Pemerintah telah melakukan upaya sebaik mungkin untuk menangani TKI namun gara-gara tidak menyampaikan informasi kepada rakyat akibatnya seperti sekarang. Jadi informasilah yang mengakibatkan semua itu terjadi, baik itu informasi yang benar maupun informasi yang salah. Tinggal bagaimana kita menyikapi suatu informasi tersebut saja.

Informasi yang benar atau salah, jika kita dapat mengelolanya dengan baik maka akan menghasilkan suatu umpan balik yang lumayan besar lah, mulai dari ketenaran, uang bahkan bisa juga dapat cacian atau malah hukuman. Jadi, jangan asal saja menyerap informasi dan menyebarkannya.

2. Internet salah satu penyebar informasi yang sangat ampuh

Pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada saat sekarang ini membuat orang untuk selalu mencari cara agar dapat menyebarkan dan mencari informasi secara hemat, efektif dan efisien. Sama-sama kita ketahui banyak sekali sarana untuk menyebarkan informasi seperti koran, majalah, televisi, radio dan internet. Namun manakah yang paling hemat, efektif dan efisien? Baiklah kita lihat satu persatu.

– Media Cetak

Untuk mendapatkan informasi di media cetak seperti koran atau majalah kita mesti merogoh kocek beberapa rupiah, namun beritanya hanya dapat kita baca hari ini, dan besok berita tersebut mungkin sudah jadi pembungkus cabe di pasar (^_^) karena kita tidak mungkin menyimpan koran tersebut. Jika kita memerlukan berita yang ada di koran tersebut maka kita akan kesusahan buat mencarinya lagi.

Bagaimana pula jika kita ingin menyebarkan informasi melalui media cetak? Memang sih mudah bagi seorang terkenal seperti Pak Onno untuk menerbitkan tulisannya pada halaman media cetak karena beliau adalah orang yang sudah terkenal, namun bagaimana buat kita yang mungkin cuma dikenal di kampung saja (wong ndeso), bisakah kita menyebarkan informasi melalui media cetak tersebut. Untuk memasukkan tulisan dalam media cetak melalui banyak proses, mulai dari pemilihan tulisan sampai editting yang akan dilakukan oleh orang media cetak. Jika kita bukan orang terkenal susah dech kayagnya.

– Media Elektronik

Untuk media elektronik seperti Radio dan televisi, kita bisa mendapatkan informasi jika dimana kita berada ada televisi atau radio kemudian ada sinyal frekuensi radio dan TV, logikanya kemana-mana mesti membawa TV dan radio. Memang sih radio dan TV sekarang sudah bisa ditenteng kemana-mana, namun apakah sinyal frekuensinya bisa kita dapat di mana-mana? Kalaupun bisa kita mesti merogoh kocek yang cukup besar.

Bagaimana jika kita ingin menyebarkan informasi di media ini? Kayagnya susah banget lah. Pertama, kita harus PD tampil di layar kaca, lancar ngomong pastinya dan lain-lain dan yang pasti setiap omongan kita selalu difilter.

– Media Internet

Media internet untuk zaman dulu memang sesuatu yang sangat mahal bagi kita, namun berkat usaha Pak Onno W. Purbo dan kawan-kawan yang selalu berusaha membuat Internet itu murah maka kita sekarang sudah bisa menikmati murahnya tarif internet. Internet adalah media dimana kita bisa bebas bicara serta bebas mengekspresikan diri. Banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan di sana, mulai dari berita gosip, berita perang, berita science dan lain-lain ada di sana. Media internet bisa diakses dimana saja dengan murah.

Bagaimana pula jika kita ingin menyebarkan informasi di internet? Yang pasti mudah, murah, tidak perlu filtering, tidak perlu malu dilihat orang. Yang paling penting dengan dunia internet kita harus pandai menjaga diri dan selalu mempertebal keimanan. Jangan samapai internet yang sangat bebas ini membuat kita terjerumus di neraka jahanam (sangat miris).

3. Kebebasan berekspresi (via Internet) di Indonesia

Penegakan Hak Asasi Manusia (human Right) di dunia ini menyebabkan semua rakyat ingin ikut berbicara sesuai yang ia inginkan. Begitu pula keinginan berbicara di dunia internet. Namun tidak semua negara yang memberi HAM seluas-luasnya seperti negara Amerika sehingga media internet selalu difilter jika akan masuk ke negara tersebut, contoh saja Turki, China dan Australia. Bagaimana dengan negara kita Indonesia? Sepertinya tidak ada yang namanya filtering, apa yang ada di internet di dunia ini dapat kita peroleh dengan hanya mengetikkan keyword pada mbah google. Maka bersyukurlah kita sebagai bangsa Indonesia. Kebebasan berinternet ini dapat kita lihat pada Undang-Undang dan peraturan-peraturan mentri berikut ini

– Pasal 28 UUD 1945

Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang undang.

– Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945

Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

– Pasal 28 F UUD 1945

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia .

– Pasal 14 UU No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

(1) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.

(2) Setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis sarana yang tersedia .

Nampak sekali banyak peraturan pemerintah yang menghalalkan kebebasan kepada setiap kita di Indonesia ini. Namun negara ini adalah negara yang memiliki budaya, memiliki norma-norma sehingga kebebasan yang dimaksud dalam undang-undang tersebut masih memiliki benteng filtering yang sangat kuat. Sebenarnya sudah dijelaskan batasan itu dalam Undang-Undang yang lain seperti UU ITE pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik. Namun entah kenapa banyak blogger serta netter yang menolak Undang-Undang ini, seperti yang saya baca pada buku Linimas(s)a halaman 3. Sebenarnya kebebasan itu adalah salah satu Hak Asasi Manusia, namun jika menjelek-jelekan nama orang atau bahkan nama instansi itu harus ditolong. Menurut norma sebagai orang yang berbudaya, menjelek-jelekan kejelekkan orang lain saja tidak boleh, apalagi sampai menjelekkan orang lain yang belum benar kejelekkannya itu, tentu saja ini sangat melanggar menurut saya.

4. Mengatur diri saat berinternet

Kebebasan berinternet membuat kita lupa akan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki ragam budaya, ragam norma, dan kita harus menjaga budaya itu. Namun dengan adanya norma-norma yang ada tersebut lantas kita takut menulis, takut membaca, takut berbagi infomasi dengan orang lain? Sangat mudah sekali menjatuhkan diri jika seperti itu.

Banyak peraturan pemerintah yang dapat menjerat para netter karena melakukan penghinaan, perlakuan kesusilaan, penodaan agama, penyebaran kebencian, kabar bohong, dan pengancaman. Hukumannya cukuplah buat membuat jera para netter, mulai dari penjara sampai denda. Jujur saja saya gak bakalan mampu bayar denda sampai puluhan juta apalagi sampai dipenjara. Namun apakah kita akan berhenti menulis di internet karena ancaman seperti itu? Tentu tidak. Maka dari itu kita harus menghindari tentang penghinaan, perlakuan kesusilaan, penodaan agama, penyebaran kebencian, kabar bohong, dan pengancaman dalam menulis di internet. Kalau memang tidak bisa menahan emosi maka jangan pula menyebarkan identitas diri di internet (hehehe). Berikut tips mengatur diri saat berinternet menurut buku linimas(s)a:

– Dalam menulis kita harus jujur dan apa adanya, jangan sampai menambah bumbu yang belum jelas kebenarannya dalam tulisan kita.

– Memberikan sumber apabila kita mengutip tulisan seseorang, jika tulisan kita melanggar aturan maka sebenarnya yang melanggar aturan itu tulisan yang kita kutip, yang dijerat hukum ya tulisan sumber kita. Namun jangan sampai pula kita masukkan sumber dengan berharap narasumber terjerat kasus hukum karena tulisannya tidak benar (hehehe).

– Harus terbuka dan bertanggung jawab dengan tulisan yang kita buat. Jika memang tulisan kita salah bilang saja salah, jika benar pertahankan kebenaran tersebut dengan argumen-argumen yang bisa membuat orang berkata “oh iya ya”. Jangan pula sampai melakukan tindakan anarkis gara-gara tulisan kita dianggap sesat.

– Harus kuat iman dan taqwa kita karena segala niat baik dan buruk kita di dunia internet bersumber dari bagaimana kita merasakan ada yang melihat kita dan Dia akan menghukum kita kelak tanpa pengadilan, karena pengadilan-Nya adalah Surga atau Neraka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s